Dataview di Obsidian: panduan praktis dengan query siap salin

Dataview adalah plugin komunitas yang membuat vault Obsidian bisa ditanya seperti database. Kamu tetap menulis catatan biasa, menambahkan beberapa properti di bagian atas, lalu Dataview menyusun daftar dan tabel yang selalu mutakhir: setiap proyek yang jatuh tempo bulan ini, setiap buku yang sedang kamu baca, setiap klien yang sudah dua bulan tidak kamu hubungi. Tidak ada yang disalin atau diekspor, jadi tabel berubah begitu catatannya berubah. Panduan ini membahas query yang benar-benar akan kamu pakai, dengan contoh dari dasbor di vault kami sendiri.

Apa yang dilakukan plugin Dataview di Obsidian

Dataview membaca tiga jenis data dari catatanmu. Properti adalah blok YAML di awal catatan, di antara dua baris berisi tiga tanda hubung. Field inline ditulis di isi catatan sebagai kunci:: nilai, atau di dalam kurung siku pada baris tugas. Field implisit adalah yang sudah dikenal Obsidian, seperti file.name, file.ctime, file.tags, dan file.link. Query adalah blok kode berbahasa dataview yang di mode baca tampil sebagai daftar, tabel, daftar tugas, atau kalender. Catatan dengan properti terlihat seperti ini:

---
status: aktif
due: 2026-11-27
owner: Lina
---
# Redesain situs

Kunci (status, due, owner) tetap dalam bahasa Inggris, meskipun nilainya berbahasa Indonesia. Dataview menerima kunci bahasa Indonesia, tetapi templat dari sumber lain hampir selalu memakai kunci bahasa Inggris, dan satu set kunci yang sama memudahkan kamu menyalin query antar-vault. Itulah aturan yang dipakai semua vault kami.

Pasang Dataview dan tulis query pertamamu

Buka Pengaturan, Plugin komunitas, matikan mode terbatas kalau masih aktif, pilih Telusuri, lalu cari Dataview. Pasang, aktifkan, selesai: tidak ada yang perlu diatur sebelum query pertama. Buat catatan, tambahkan blok kode berbahasa dataview, dan mulai dari query paling sederhana, yaitu daftar semua catatan di satu folder:

```dataview
LIST
FROM "Proyek"
```

Di mode baca, blok itu berubah menjadi daftar tautan. Ganti LIST dengan TABLE, sebutkan properti yang ingin dijadikan kolom, dan kamu punya pelacak proyek:

```dataview
TABLE status, due, owner
FROM "Proyek"
WHERE status = "aktif"
SORT due ASC
```

Sintaks query Dataview: FROM, WHERE, SORT, dan GROUP BY

Setiap query dimulai dengan jenisnya, LIST, TABLE, TASK, atau CALENDAR, diikuti perintah opsional yang dijalankan berurutan. FROM memilih sumber: folder dalam tanda kutip, tag seperti #buku, atau [[]] untuk catatan yang menautkan ke catatan saat ini. Sumber bisa digabung dengan AND, OR, dan tanda minus di depan untuk mengecualikan. WHERE hanya menyisakan baris yang cocok, misalnya WHERE status = "aktif" atau WHERE due <= date(today). SORT mengurutkan berdasarkan satu atau beberapa field, naik atau turun, dan LIMIT membatasi jumlah baris. Kata-kata perintah tetap dalam bahasa Inggris, meskipun folder dan nilainya berbahasa Indonesia.

GROUP BY yang membuat tabel benar-benar berguna. Perintah ini mengumpulkan baris dengan nilai yang sama menjadi satu baris per grup, dan catatan aslinya masuk ke daftar bernama rows, yang bisa dihitung dengan length(rows) atau dijumlahkan dengan sum(rows.value). Nilai grupnya sendiri disebut key. Query ini menghitung proyek per status:

```dataview
TABLE rows.file.link AS "Notes", length(rows) AS "Count"
FROM "Proyek"
GROUP BY status
```

Ada dua detail yang sering menjebak. Nama properti yang memakai tanda hubung akan dibaca sebagai pengurangan, jadi harus ditulis row["date-started"], seperti cara vault catatan buku kami membaca tanggal mulai membaca. Lalu WITHOUT ID setelah TABLE menyembunyikan kolom pertama otomatis berisi nama file, kalau kamu ingin memilih sendiri kolom pertamanya.

Tugas dengan Dataview di Obsidian: query checkbox di seluruh vault

Query TASK mengembalikan checkbox-nya sendiri, bukan catatannya, dan kamu bisa mencentangnya langsung di hasil. Dataview membaca tenggat yang ditulis sebagai field inline di baris tugas, dan juga memahami tanggal 📅 dari plugin Tasks:

- [ ] Kirim penawaran yang sudah direvisi [due:: 2026-10-28]
```dataview
TASK
FROM "Proyek"
WHERE !completed AND due AND due <= date(today)
GROUP BY file.link
```

Kalau tugas adalah pusat sistemmu, plugin Tasks punya sintaks yang lebih lengkap dan pengulangan, dan panduan tugas di Obsidian kami membandingkan keduanya. Dataview lebih cocok kalau tugas hanya satu bagian dari dasbor yang juga menampilkan catatan dan properti.

Contoh tabel Dataview dari vault kami

Setiap query di bagian ini berjalan di vault yang bisa kamu unduh, jadi kamu bisa membukanya dan melihat hasilnya dengan data nyata. Vault manajemen proyek menampilkan proyek aktif berdasarkan tenggat. Vault kampanye D&D mengelompokkan setiap NPC menurut lokasi di layar DM dengan GROUP BY location. Vault catatan buku menunjukkan buku yang sedang dibaca dan yang sudah selesai, lengkap dengan nilainya. Vault mahasiswa menampilkan tugas kuliah mulai hari ini dengan WHERE due AND due >= date(today). Yang paling jauh adalah templat CRM Obsidian kami: tindak lanjut minggu ini, nilai pipeline per tahap, dan kontak yang sudah 60 hari tidak dihubungi, dengan date(today) - last_contact > dur(60 days).

Dataview atau Bases di Obsidian

Bases adalah plugin inti yang hadir di Obsidian pada 2025. Bases juga mengubah properti menjadi tabel, tetapi tampilannya dibuat dengan klik, bukan dengan menulis query, dan nilainya bisa diedit langsung di tabel. Sebuah base disimpan sebagai file .base dengan definisi YAML yang mudah dibaca:

filters:
  and:
    - file.inFolder("Proyek")
views:
  - type: table
    name: All
    groupBy:
      property: status
      direction: ASC

Pakai Bases kalau kamu ingin tampilan catatan dan propertinya yang bisa diedit seperti spreadsheet, tanpa memasang apa pun. Tetap pakai Dataview untuk hal yang tidak bisa dilakukan Bases: query di tengah catatan, query tugas, tautan antar-catatan sebagai sumber, hitungan tanggal seperti "tidak disentuh 60 hari", dan query JavaScript lewat DataviewJS. Banyak vault memakai keduanya, dan vault CRM menyertakan pipeline di Bases di samping dasbor Dataview agar kamu bisa membandingkannya dengan data yang sama.

Mengapa query Dataview tidak menampilkan hasil

Hampir semua tabel kosong punya salah satu dari empat penyebab ini, dan dua di antaranya khas Indonesia. Yang pertama tanggal. due: 28/10/2026 disimpan Dataview sebagai teks, sehingga perbandingan dengan date(today) tidak pernah cocok: selalu tulis YYYY-MM-DD. Yang kedua angka rupiah. nilai: 18.000.000, dengan titik sebagai pemisah ribuan, bagi Dataview juga teks, dan sum() melewatinya. Tulis nominal tanpa titik dan tanpa "Rp", misalnya 18000000. Dua penyebab lainnya berlaku di mana saja: folder di FROM tidak sama dengan path aslinya, yang peka huruf besar-kecil dan harus lengkap untuk subfolder, atau kamu masih di mode edit, tempat query tampil sebagai kode. Kalau ingin tanggal di tabel tampil sebagai 28/10/2026, isi format tanggal di pengaturan Dataview dengan dd/MM/yyyy. Kolom itu memakai kode Luxon, dengan yyyy huruf kecil, bukan kode templat Obsidian.